Sajak Sang Gadis



Assalaamu'alaikum, 
 Rekan-rekan yang saya sayangi, berikut saya sajikan sajak/ puisi yang terlahir dari buah fikir seorang pemula. Saya, Dwi Pujianingtyas Prabaningrum mencoba mengungkapkan perasaan dan pengalaman melalui untaian kata. Semoga rekan semua berkenan untuk memberikan tanggapan, kritik, dan saran kepada saya. Kebetulan yang satu ini belum ada judul. Boleh ya ada usul seputar judul yang pas? Rekomendasikan ya... :-)




Panorama Subuh


Sebagaimana kejora yang mulai menampakkan raut wajahnya di kaki -langit timur,
Sinar lembutnya melengkapi panorama subuh nan teduh,
Perpisahan gulita telah meneguh,
Bersambut senyum ramah pagi di dedaunan  rimbun,
Menggantung padanya butiran embun,

Jelita menjelma penuh pesona,
Mengurai harap sepenuh jiwa,
Di bawah lembut belaian sang ratu cahya,
Menabur sejuta mimpi tuk jadikan nyata,
Bukan sekadar asa yang tergantung pada dirgantara, terlebih -mayapada.

Kini… kejora dan kau membuka percakapan bersama langit
Menghaturkan senampan pinta kepada sang wahid
Meneguk segelas rindu yang kian menghimpit
Bersimpuh badan, menjemput jawaban takdir
Sujud dan ruku'nya begitu harmonis

Lalu, sayup-sayup terdengar gema di sebalik tirai
Teguhkanlah hatimu, wahai gadis berwajah pagi.

My room, Bungur, Desember 2015

Salam Santun,

D. P. Prabaningrum (DPP)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip to the Beach_Diary Hati Prabaningrum

puisi: Renda Mentari

Fabel: Mousedeer and Crocodile