Sebagaimana kejora yang mulai
menampakkan raut wajahnya di kaki -langit timur,
Sinar lembutnya
melengkapi panorama subuh nan teduh,
Perpisahan gulita telah
meneguh,
Bersambut senyum ramah
pagi di dedaunan rimbun,
Menggantung padanya
butiran embun,
Jelita menjelma penuh
pesona,
Mengurai harap sepenuh
jiwa,
Di bawah lembut belaian sang
ratu cahya,
Menabur sejuta mimpi tuk
jadikan nyata,
Bukan sekadar asa yang
tergantung pada dirgantara, terlebih -mayapada.
Kini… kejora dan kau membuka
percakapan bersama langit
Menghaturkan senampan
pinta kepada sang wahid
Meneguk segelas rindu yang kian menghimpit
Bersimpuh badan,
menjemput jawaban takdir
Sujud dan ruku'nya begitu harmonis
Lalu, sayup-sayup terdengar gema di sebalik tirai
Teguhkanlah hatimu, wahai
gadis berwajah pagi.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda. hal ini akan lebih berarti jiak Anda bekenan menuliskan komentar. Terima kasih...