puisi: Sajak Putih-Chairil Anwar-diaryhatiprabaningrum
Damai hati teriring merdu alunan sajak buah karya idolaku. Aku begitu suka dengan intonasi khas pembacaan puisi karya sastrawan angkatan kemerdekaan, angkatan 45. Menggebu, penuh semangat perjuangan, sama seperti semangatku untuk mewujudkan cita-cita.
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…
Karya : Chairil Anwar
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda. hal ini akan lebih berarti jiak Anda bekenan menuliskan komentar. Terima kasih...