Aku, Kau, Hati, dan Rindu: Tentang Keluh Kesah Penulis
Hi, Dear Friends… Ada kalanya
niatan menggebu untuk terus menuturkan segala yang melintas di benak kita.
Segala sesuatu yang kita alami, kita temui, dan kita harapkan terjadinya pada
hari yang telah dan akan kita jalani. Akan tetapi, ada saat-saat kita
terbelenggu pada diksi atau pilihan kata tertentu. Sebagaimana yang aku alami
saat ini.
Jujur, boleh banget kalau
teman-teman tersayang bersedia memberikan cap cip cup kekata ajaib untuk
merefresh nih otak…. Ditunggu ya… Cuuup bla bla…

Aku,
kau, hati, dan rindu.
Selalu begitu
Selalu, pilihanku tertuju padamu
Ah... Kenapa otakku berkutat pada deretanmu?
Kenapa pula jemariku begitu nafsu,
masih dengan sebaris kata itu?
Selalu begitu
Selalu, pilihanku tertuju padamu
Ah... Kenapa otakku berkutat pada deretanmu?
Kenapa pula jemariku begitu nafsu,
masih dengan sebaris kata itu?
hampir selalu


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda. hal ini akan lebih berarti jiak Anda bekenan menuliskan komentar. Terima kasih...