Kata Mutiara tentang Wanita


Sapa Penulis tentang Wanita

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaattuhu,
Selamat petang teman-teman! Semoga senantiasa dalam perlindungan-Nya ya...
Maafkan diri yang beberapa minggu sempat bersembunyi dan tidak hadir di antara kalian. Semua itu bukan karena aku tak mau lagi menyapa, atau marah sedang menguasai, bahkan gundah melanda jiwa. Bukan itu, melainkan aku baru saja diminta rehat sejenak oleh kondisi fisikku. Sekuat apapun wanita,tetap butuh waktu rehat ya?
Well, bicara tentang wanita, kali ini aku ingin membagi kata mutiara tentang wanita yang kudapatkan dari sebuah buku Antologi Sastra berjuduk "Bunga Rampai Putik Desember-ku" yang diprakarsai oleh Mas Dekik Yassir. 



  • Wanita terindah bukanlah yang menebar pesona kemolekan tubuhnya. Wanita terindah itu tegar, mampu berdiri lagi saat ia terjatuh, mampu meredam nafsu duniawi, dia yang mampu memperbaiki diri saat salah, dan mau memperdalam agamanya. (Wahyu Wibowo 21 Nop 2014, dalam Bunga Rampai Putik Desember-ku, 2015: 189)

  • Wanita , seumpama TELUR AYAM.     
  • Jika tepat guna, selalu nyaman dan menyehatkan. Sebagai bahan beragam masakan. Padanya dipercaya cikal bakal generasi harapan. Namun, mudah retak tanpa perlindungan, jika pecah menyisakan amis berkepanjangan. Karenanya, Jagalah kedua mulut agar tak lacur dan ancang kata serapah. Dengarkan dendang indah berikut keluh kesah. Lihatlah warna bukan sekadar hitam dan putih, tapi pelangi. Telur tak sepenuhnya bulat sempurna, namun cuka kehidupan mampu melenturkan; adaptatif.(Aceha Kenji Fauzy, 21 Nop 2014, dalam Bunga Rampai Putik Desember-ku,, 2015: 137)


Pacitan, 24 Januari 2016
Salam,
D. P. Prabaningrum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip to the Beach_Diary Hati Prabaningrum

puisi: Renda Mentari

Fabel: Mousedeer and Crocodile