Rasaku, puisi pemula, tentang suara jiwa.





Sepenggal kekata yang kurangkai dalam bait puisi pemula.  Bersumber dari keinginan mengusir penat dan jenuh yang memenuhi benakku, serta terinspirasi dari kekata yang terlontar dengan segala ke"ngawur"annya, menyimpang dari fakta dan tata krama.

RASAKU



Kuingin tiada pilu bergelayut di kalbu
Biar segunung sebab penuhi jiwaku
Peristiwa demi peristiwa senantiasa menyapaku
dalam nada meluluh lantakkanku, 
itu tujuanmu- ku tahu

Terpampang jelas di pelupuk mata
Terngiang jelas dalam dengar
Menggores luka
Menggambar gusar

Kumau, genggam segenap kekuatan
Untukku lenyapkan segala geram
Menghapus pupus pengganggu jiwa
Membungkam segala penoreh lara

Lalu tanpa keraguan
Sahaja, senyum sapa kupersembahkan
Sebagai balas untaian hinaan
Pun kekata yang menyimpang dari kenyataan


Salam santunku,
D. P. Prabaningrum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip to the Beach_Diary Hati Prabaningrum

puisi: Renda Mentari

Fabel: Mousedeer and Crocodile